Gorontalo, SeputarMalang.Com – Memalukan! Satu kata yang pantas untuk tragedi Gorontalo, Minggu dinihari (00.30 Wita) kemarin. Dua satuan pasukan elite dari Kepolisian dan Angkatan Darat Republik Indonesia, terlibat bentrok. Dua pasukan elite, Brimob Polri dan Kostrad TNI AD, mestinya menjaga ketertiban dan keutuhan wilayah NKRI malah berunjuk kekuatan dengan demi ego masing-masing kesatuan.
Kronologis dari tragedi ini berawal pada Sabtu Malam (21/4/2012), satu regu Brimob Polda Gorontalo melakukan penertibaan di kawasan Taman Menara Keagunan Limboto dan perkantoran Pemkab Gorontalo.
Penertiban berlangsung sampai Minggu (22/4/2012) dinihari, di depan kantor dinas PU mobil Brimob dilempari batu dan botol oleh sekelompok orang. Anggota Brimob turun dari mobil dan melakukan pengejaran hingga ke Taman Menara Keagungan, yang berjarak kurang lebih 500 meter dari lokasi pelemparan, kantor PU.
Saat pengejaran itulah, ada sejumlah anggota Kostrad yang terkejar (Kostrad 221 Motuliato Gorontalo) sehingga memberikan perlawanan, dan bentrokpun tak terhindarkan. Tiba-tiba terdengar suara tembakan dan rentetan tembakan semakin ramai. Dalam situasi yang mencekam tersebut, warga sipil yang kebetulan berkumpul di Taman Menara Keagungan Limboto, kocar-kacir melarikan diri ke tempat yang aman.
Situasi bentrok semakin menjadi-jadi, letusan senjata api tak terelakkan. Ketika itu tersiar kabar bahwa anggota Brimob terkena sabeta senjata tajam dan ada anggota Kostrad yang tertembak.
Kurun waktu 15 menit kemudian, puluhan anggota Brimob datang ke lokasi untuk memberikan bantuan. Pasukan bersenjata lengkap itu mengejar sejumlah orang yang ditengarai terlibat dalam aksi pelemparan. Dan tidak berselang lama, puluhan anggota Kostrad berpakaian preman datang ke lokasi yang sama untuk melakukan penyisiran. Akhirnya terjadi aksi saling kejar.
Kejadian tersebut berlangsung kurang lebih 30 menit. Beberapa mobil milik warga sipil yang melintas disekitar menara ikut menjadi korban. Kaca jendela sejumlah mobil dipecah untuk mengecek apakah didalamnya terdapat anggota Brimob atau Kostrad. Situasi terus berlangsung sampai menjelang subuh. Delapan orang menjadi korban dari insiden ini. Delapan korban tersebut terluka karena tembakan dan sabetan senjata tajam, yakni enam dari anggota Kostrad dan dua dari Brimob.
Dari Jakarta dilaporkan, baik dari Mabes Polri maupun TNI AD akan mengusut permasalahan ini dan diharapkan masing-masing anggotanya menahan diri.


Pasang Iklan Anda di Sini. Hubungi: (0341)9002100